Presiden SBY memaparkan betapa pentingnya pembangunan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia (Indonesia Peace and Security Center/IPSC) di Sentul, Bogor, Jawa Barat. SBY bercerita soal sejumlah prajurit TNI/Polri yang tidak lulus ujian seleksi menjadi pasukan perdamaian dunia.

“Banyak perwira-perwira Indonesia baik TNI/Polri, jumlahnya puluhan, harus kembali ke Indonesia karena tidak lulus bahasa Inggris dan mengemudi. Mereka harus kembali ke tanah air. Itulah (alasan) kita dirikan pusat bahasa,” ujar SBY dalam sambutannya di Sentul, Jawa Barat, Senin (7/4/2014 ) indonesia peace and security center .

SBY mengatakan, Indonesia memahami perkembangaan dan realitas dunia, utamanya ancaman yang dihadapi oleh dunia termasuk Indonesia yang berkaitan dengan perdamaian internasional, yang tertera dalam piagam PBB. Indonesia punya pengalaman panjang dan berharga bagaimana bangsa ini dapat memberi kontribusinya yang makin efektif nyata dalam perdamaian dunia.

“Kita memahami tantangan, misi, dan pengalaman yang kita miliki sendiri, dalam menyelenggarakan military selain perang. Atas dasar itulah kita punya ketetapan hati untuk menghadirkan institusi ini,” tuturnya.

Indonesia, lanjut SBY, merupakan negara yang memberi sumbangan terbesar pasukan perdamaian ke 17 dengan 2.000 prajurit. Tahun depan, Indonesia menargetkan menjadi posisi negara ke 10 terbesar penyumbang pasukan perdamaian dengan 4.000 prajurit.

Baca Juga : Pukulan Renang Dasar untuk Pemula

“Dulu pasukan kita terlibat dalam tugas-tugas pemeliharaan dalam negeri, baik yang bertugas di Aceh, Ambon, Maluku Utara, Sampit, dan lain-lain. Itu dapat diselesaikan, sehingga kita bisa seperti ini. Puluhan batalion, bisa mengemban tugas negara ikut menjalankan misi pemeliharaan perdamaian dunia,” paparnya.

Ini Alasan Didirikannya Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *